Senin, 26 Januari 2015

Sejarah Batu Naga Sui


nagasui,nogosui,bloodstone
bahan nagasui
  Sejarah tentang batu jenis “ Jasper “ ini menurut beberapa cerita dari masyarakat asli Purbalingga pertama kali ditemukan oleh Salah Seorang kakek yang sekarang sudah almarhum. Nama kakek tersebut adalah Mbah Wir, dilahirkan di kota Wonosobo Jawa Tengah. Dalam bahasa Purbalingga batu jenis Jasper ini disebut “Nogo Sui“. Awal mulanya batu berwarna hijau tua dengan bercak merah darah ini dikenal dengan nama beras merah oleh penduduk setempat.

 Batu NagaSui memang banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai Gintung dan sungai Kerawang, dua sungai ini bermuara di sungai Klawing. Oleh sebagian besar orang menyebutnya dengan batu Klawing. Lokasi sungai Klawing tidak jauh dari kota Purbalingga, hanya berjarak 30 menit perjalanan darat, sehinnga untuk menuju ke lokasi sangat dekat dan mudah.

 Kegiatan yang dilakukan di sungai ini bermacam-macam, ada buat travelling, arung jeram dan olah raga air yang lain,sehingga sebagai tempat penghasil batu juga tempat berwisata. “Nogo Sui” dalam pengertian jawa adalah Naga Tua, hal ini berkaitan dengan legenda di kawasan gunung Slamet, karena dalam lembah yang terjal di gunung tersebut ditemukan gua yang berwujud seperti naga. Jenis batu Jasper ini sebenarnya banyak didapat di hampir seluruh wilayah Indonesia bahkan negara-negara lain di dunia. Namun ada yang unik dan berciri khas tentang batu “Nogo Sui“.

 Negara India misalnya disana juga menghasilkan batu jenis Jasper ini, dan secara kasat mata hampir punya kesamaan dengan yang ada di Indonesia. Batu jenis Jasper memang punya kelebihan akan warna dan seperti berpola gambar. Biasanya ornamen warna yang ada pada batu Jasper sangat berfariasi. Motif yang di lihat secara visual sangat menarik dan beraneka ragam. Batu “Nogo Sui” yang dipercaya punya hubungan dengan cerita masa lalu ini juga banyak dicintai orang-orang luar negeri.

 Untuk mengapresiasikannya menjadi berbagai bentuk perhiasan. Karena secara material batu “Nogo Sui” bahannya bisa berukuran besar sehingga membentuk perhiasan seperti cincin, liontin, gesper kalung dan berbagai seni kerajinan lain pun bisa, boleh dibilang sangat leluasa mengolah batu “Nogo Sui“ ini. Dengan potensi yang dimiliki diharapkan batu asal kabupaten Purbalingga ini bisa diterima pasar dan para pecinta batu Akik Indonesia. 

 Dari segi warna yang dimiliki batu “Nogo Sui“ ini sangat berfariasi dan kaya akan warna, walau secara visual ornamen yang diperlihatkan tidak begitu tegas pola gambarnya namun dari segi keindahan warna dapat didapat dan itulah hal yang istimewa dari batu asal sungai Klawing yang tersohor.

Rabu, 21 Januari 2015

Nagasui

nagasui,nogosui,blood stone,darah kristus
nagasui
Cara mengkilapkan serta merawat batu nagasui / nogosui.
Batu naga sui akan berharga mahal dan menjadi indah warnanya bila kita melakukan perawatan yang benar. Mengingat batu tersebut tidak tembus senter, jadi salah satu daya tarik utamanya adalah warna dan kilau.
Untuk itu saya akan kasih tips mudah dalam merawatnya.
Treatment batu naga sui:
  • Bila batu masih bahan, bentuk batu dengan mencari kembang atau motif yang banyak campuran warnanya
  • Gosok satu arah dengan menggunakan kulit agar mengkilap
  • Taruh batu ditempat yang berventilasi agar bisa berubah kembangnya
  • Oles dengan minyak baby oil untuk merawat warna
Dengan menerapkan cara diatas batu naga sui akan semakin berkilau dan indah serta menaikan harga jual batu tersebut.